WhatsApp Tidak Serius Dalam Janji Penanganan Hoaks


WhatsApp Tidak Serius Dalam Janji Penanganan Hoaks

Hoaks dalam waktu beberapa tahun terakhir telah menjadi suatu permasalahan yang cukup mengkhawatirkan di Indonesia,Hoaks di Indonesia belakangan ini terlihat seperti menjadi sebuah kepentingan golongan ataupun bisa di katakan kepentingan politik.

Siapa mendalangi hoaks?siapa yang mendapatkan keuntungan dari hoaks?sampai saat ini tidak ada jawaban yang bisa menjawab pertanyaan tersebut,walaupun sebenarnya jika di selidiki dengan benar maka benang merah hoaks selama ini bisa di temukan.

Tetapi sayangnya pelaku hoaks yang terjaring hanyalah mereka yang tergolong “teri” atau memang mungkin hanya kambing hitam dari pelaku yang tidak mungkin tersentuh hukum.

Dengan adanya tingkat kekhawatiran yang tinggi oleh para pelaku ini maka perusahaan aplikasi messenger WhatsApp mengambil langkah pencegahan dengan menciptakan sistem yang di katakan oleh pihak WhatsApp akan menangkal Hoaks itu sendiri.

Penyebaran Hoaks Melalui Whatsapp di nilai cukup signifikan karena WhatsApp memiliki fitur untuk meneruskan pesan secara masif ke 256 kontak yang terdaftar.

Baca Juga : Tips Memilih Perangkat Audio Untuk Pemula

Upaya Pemberantasan Hoaks Oleh WhatsApp

Pihak WhatsApp sendiri telah menyiapkan strategi untuk membantu pemerintah Indonesia khususnya dalam mencegah penyebaran Hoaks melalui aplikasi mereka.

Dengan cara membatasi pengiriman pesan beruntun yang di kurangi dari 256 ke hanya 20 kontak yang terdaftar di dalam handphone.

Tapi cara tersebut di nilai oleh Heru Sutadi selaku Pengamat Teknologi Informatika di katakan kurang efektif,karena fitur copy paste yang ada masih menjadi salah satu musuh utama untuk pemberantasan hoaks melalui aplikasi tersebut.

Heru juga mengatakan seharusnya pemerintah lebih proaktif dalam hal ini,dia menyarankan untuk pemerintah membentuk tim yang terdiri dari beberapa badan pemerintah seperti Keminfo,Kepolisian,KPU,BPP.

WhatsApp juga mengambil langkah ekstrim dengan cara menutup akun pelaku penyebar hoaks,di katakan oleh Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti bahwa akun atau nomor yang sudah di blokir oleh WhatsApp tidak akan bisa di pakai lagi di platform messenger tersebut.

Maka setiap pelaku penyebar hoaks yang di laporkan akan harus mengganti nomor baru setelah di blokir.

WhatsApp sendiri masih belum bisa memberikan solusi yang konkrit untuk mencegah penyebaran hoaks itu sendiri.saat ini pihak WhatsApp hanya bisa memperlambat dari penyebaran hoaks itu sendiri.

Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *